Thursday, May 3, 2012
Agree or disagree with baby boomers,x and y generation
Disagree.First thing is about Baby Boomers.I think we don't need this classification because Baby Boomers (1940 - 1959) doesn't productive anymore.Maybe they need money,but they're too old to work.Money isn't everything cause they've family to care themself.And the second,X generation must have a reason ' money is everything ',actually they've little family to be fulfilled.X generation must be a hardworker to reach some happiness for their family.
Saturday, March 31, 2012
phrase
- Singing from the same hymn sheet = banyak bicara tp tidak ada hasilnya atau omong kosong ; he singing from the same hymn sheet but in fact he's nothing
- Talk the talk, Walk the walk = totalitas dan konsisten ; you must talk the talk,walk to walk when you decided one thing
- The elephant in the room = tidak puas ; As always,human has one bad habit,that's the elephant in the room
- Pass to the monkey = Rugi atau bersifat licik ; Many investor see it pass to the monkey because their stocks become down in one company
- All hands to the deck = pendukung ; Win or lose its because three things,effort,pray and all hands to the deck
untitled
I've learning an english since i was in elementary school.I thought that english is a difficult lesson and i decided to took an English course.Four years in there but i was nothing.And now i know that's very important for my life.I've continuing to learn an English cause of one reason.I love travelling and i want around a part of world.
My expectation is fluently in english.I trying to speak with my sister in english at home and chatting with my friends in another countries.And it's so much fun.Even though my grammar so bad but they help me to fix it.If fluently in english,surely i'll getting a gold job.
My expectation is fluently in english.I trying to speak with my sister in english at home and chatting with my friends in another countries.And it's so much fun.Even though my grammar so bad but they help me to fix it.If fluently in english,surely i'll getting a gold job.
Friday, February 17, 2012
.......
Persahabatan itu suatu yang sakral..
Dulu,sahabatku adalah cintaku..
Tapi aku bukanlah cintanya..
Atau mungkin,aku cintanya tapi ia tidak pernah menginginkanku..
Kenapa suatu persahabatan sangat mudah dinodai dengan cinta?
Ah tapi tidak berlaku untuk teman-teman lelakiku yang lain..
Mereka tetap temanku,bukan seperti dia yang menjadi cintaku..
Berhasil sudah aku menguburnya dalam-dalam..
Karena Tuhan mampu mengabulkan doaku..
Doa yang aku pinta,
dimana jika ia bukan jodohku,maka jauhkanlah..
Namun apa yang terjadi sekarang?
Tuhan menempatkan aku di posisi yang sama!
Dengan orang,keadaan dan waktu yang berbeda..
Tapi dengan rasa yang sama..
Aku suka ketika ia jujur tentang tambatan hatinya..
Aku suka dengan cara ia mencintai tambatan hatinya..
Aku suka dengan cara ia mengenang tambatan hatinya..
Tapi,aku sungguh tidak suka ketika ia ingin pergi jauh..
Aku benci ketika terjadi sesuatu dengannya..
Aku sedih ketika melihat ia terpuruk..
Dan aku sungguh bahagia ketika bisa membuatnya tertawa,
tersenyum,bercerita tentang apapun,mendengar keluh kesahnya..
Apa maksud dari semua ini Tuhan?
Kau mengujiku atau memberikanku suatu nikmat?
Sekali lagi,aku memanjatkan doa yang sama..
Dulu,sahabatku adalah cintaku..
Tapi aku bukanlah cintanya..
Atau mungkin,aku cintanya tapi ia tidak pernah menginginkanku..
Kenapa suatu persahabatan sangat mudah dinodai dengan cinta?
Ah tapi tidak berlaku untuk teman-teman lelakiku yang lain..
Mereka tetap temanku,bukan seperti dia yang menjadi cintaku..
Berhasil sudah aku menguburnya dalam-dalam..
Karena Tuhan mampu mengabulkan doaku..
Doa yang aku pinta,
dimana jika ia bukan jodohku,maka jauhkanlah..
Namun apa yang terjadi sekarang?
Tuhan menempatkan aku di posisi yang sama!
Dengan orang,keadaan dan waktu yang berbeda..
Tapi dengan rasa yang sama..
Aku suka ketika ia jujur tentang tambatan hatinya..
Aku suka dengan cara ia mencintai tambatan hatinya..
Aku suka dengan cara ia mengenang tambatan hatinya..
Tapi,aku sungguh tidak suka ketika ia ingin pergi jauh..
Aku benci ketika terjadi sesuatu dengannya..
Aku sedih ketika melihat ia terpuruk..
Dan aku sungguh bahagia ketika bisa membuatnya tertawa,
tersenyum,bercerita tentang apapun,mendengar keluh kesahnya..
Apa maksud dari semua ini Tuhan?
Kau mengujiku atau memberikanku suatu nikmat?
Sekali lagi,aku memanjatkan doa yang sama..
Sunday, February 12, 2012
aku,kamu
Dulu aku selalu bertanya kepada Tuhan,mengapa kita dipisahkan dengan cara seperti ini?
Kita berpapasan,tapi kamu diam..
Kita bersebelahan,tapi seperti berbeda dunia..
Sungguh aku merindukanmu..
Tapi mengapa sekarang Tuhan menyatukan kita kembali?
Merubah semuanya..
Dari sunyi menjadi ramai..
Dari acuh menjadi peduli..
Apakah kamu pernah berpikir apa yang Tuhan sembunyikan untuk kita saat ini?
Dia memisahkan kita dengan caranya dan memepertemukan kita dengan caranya
Satu masalahku disini..
Aku menemukanmu dalam keadaan terpuruk..
Bahkan aku sempat tidak tahu bagaimana menyelamatkanmu dari keadaan ini
Dan aku..sempat menyerah
Sekali lagi aku berpikir,bagaimana,untuk apa dan seperti apa?
Apakah aku harus menjadi perantara Tuhan untuk menolongmu?
Ya,aku rasa begitu..
Walaupun aku sedang terluka karena sesuatu yang lain,
tapi aku akan amat sangat terluka melihatmu bersedih sepanjang hidupmu..
Apakah kamu tahu aku sangat menyayangimu sejak aku mengenalmu?
Kesalahan besarku adalah meninggalkanmu..
Sekarang,aku ingin menolongmu keluar dari gelapnya duniamu saat ini..
Aku ingin menjadi secercah cahayamu walau aku tak bisa menggantikannya..
Aku ingin mencintaimu dengan caraku..
Walau kamu tidak mencintaiku saat ini..
Kita berpapasan,tapi kamu diam..
Kita bersebelahan,tapi seperti berbeda dunia..
Sungguh aku merindukanmu..
Tapi mengapa sekarang Tuhan menyatukan kita kembali?
Merubah semuanya..
Dari sunyi menjadi ramai..
Dari acuh menjadi peduli..
Apakah kamu pernah berpikir apa yang Tuhan sembunyikan untuk kita saat ini?
Dia memisahkan kita dengan caranya dan memepertemukan kita dengan caranya
Satu masalahku disini..
Aku menemukanmu dalam keadaan terpuruk..
Bahkan aku sempat tidak tahu bagaimana menyelamatkanmu dari keadaan ini
Dan aku..sempat menyerah
Sekali lagi aku berpikir,bagaimana,untuk apa dan seperti apa?
Apakah aku harus menjadi perantara Tuhan untuk menolongmu?
Ya,aku rasa begitu..
Walaupun aku sedang terluka karena sesuatu yang lain,
tapi aku akan amat sangat terluka melihatmu bersedih sepanjang hidupmu..
Apakah kamu tahu aku sangat menyayangimu sejak aku mengenalmu?
Kesalahan besarku adalah meninggalkanmu..
Sekarang,aku ingin menolongmu keluar dari gelapnya duniamu saat ini..
Aku ingin menjadi secercah cahayamu walau aku tak bisa menggantikannya..
Aku ingin mencintaimu dengan caraku..
Walau kamu tidak mencintaiku saat ini..
Tuesday, January 24, 2012
SPBU Tahu
Tahu yang satu ini sebenarnya tidak berbeda dengan tahu-tahu sumedang yang kita kenal pada umumnya.Namun,ketika saya melewati Tahu Susu Lembang ini,saya sangat tertarik dengan konsep drive thru-nya yang mirip sekali dengan SPBU.Tadinya saya ingin drive thru saja,tapi berhubung persediaan tahu di drive thru sudah habis,maka saya disuruh ke rumah produksinya yang ada di dalam.
Setelah parkir,wah saya terkejut sekali,ternyata disini tidak hanya menjual tahu susu saja,melainkan banyak jenis makanan atau minuman khas kota Kembang yang dijajakan disini.Jadi,kurang lebih tempat ini seperti food court.
Kebetulan saya mampir kesini pada malam hari.Rasanya memang pas sekali jika sambil makan kudapan yang panas-panas seperti tahu susu ini.Dan bagi Anda yang ingin mampir kesini,jangan lupa terlebih dahulu pesan.Karena,antriannya banyak.Tetap kebagian tapi kita harus menunggu tahu susu yang lain selesai di produksi.
Anda bisa menjumpai outlet Tahu Susu Lembang ini di Jalan Raya Lembang 177.Untuk satu porsi tahu susu yang matang,anda bisa mendapatkannya dengan Rp 10.000,- saja untuk 10 tahu susu.Tapi jika anda ingin membeli yang mentah dan mencoba menggoreng sendiri di rumah,anda bisa membawanya dengan harga Rp 30.000,- dengan isi 30 tahu susu mentah.Dijamin garing di luar,lembut di dalam!
Setelah parkir,wah saya terkejut sekali,ternyata disini tidak hanya menjual tahu susu saja,melainkan banyak jenis makanan atau minuman khas kota Kembang yang dijajakan disini.Jadi,kurang lebih tempat ini seperti food court.
Kebetulan saya mampir kesini pada malam hari.Rasanya memang pas sekali jika sambil makan kudapan yang panas-panas seperti tahu susu ini.Dan bagi Anda yang ingin mampir kesini,jangan lupa terlebih dahulu pesan.Karena,antriannya banyak.Tetap kebagian tapi kita harus menunggu tahu susu yang lain selesai di produksi.
Anda bisa menjumpai outlet Tahu Susu Lembang ini di Jalan Raya Lembang 177.Untuk satu porsi tahu susu yang matang,anda bisa mendapatkannya dengan Rp 10.000,- saja untuk 10 tahu susu.Tapi jika anda ingin membeli yang mentah dan mencoba menggoreng sendiri di rumah,anda bisa membawanya dengan harga Rp 30.000,- dengan isi 30 tahu susu mentah.Dijamin garing di luar,lembut di dalam!
Friday, December 23, 2011
Menunggu Atau Mengganti..
"Kamu pulang ya besok,aku mohon." pinta wanita itu lirih. Spontan lelaki di seberang khawatir,ia takut sesuatu menimpa sahabat yang paling ia sayangi. "Kamu kenapa? Kok terdengar seperti ada sesuatu. Cerita sama aku."
Sang wanita pun menghela nafas panjang dan berkata , "Tidak bisa lewat telepon,aku mau cerita langsung saja sama kamu,okay?"
"Hmm,okay tapi kamu harus janji cerita sampai selesai,apapun masalahnya pasti aku bantu.Kamu ga boleh sungkan,tujuh tahun kita bersahabat bukan?" kata lelaki itu dengan tegas. "Baiklah, you're the best dear,thank you." ucap si wanita sebelum akhirnya ia mengakhiri telepon dengan lelaki itu.
***
Ariana dan Rio sudah bersahabat sejak mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.Bahkan keduanya adalah pasangan tempat duduk selama setahun.Sehingga membuat mereka sangat dekat.Sebenarnya tidak hanya mereka berdua,ada empat orang lainnya diantara mereka.Tapi hanya Ariana dan Rio yang terlihat sangat intim.
Rio adalah anak yang sangat jenius.Berbeda dengan Ariana.Jika Rio juara kelas,Ariana hanya mampu menduduki peringkat sembilan di kelas.Tapi dengan sabar Rio selalu membimbing Ariana.Dalam bidang akademik maupun non akademik.
Ariana tidak serajin Rio dalam beribadah,Rio lah yang mengajarkan sholat Dhuha kepada Ariana.Jika waktu istirahat tiba,Rio langsung menuntun Ariana untuk sholat Dzuhur terlebih dahulu setelah itu baru makan siang.
Sampai pada akhirnya mereka pisah sekolah.Ariana lolos di Sekolah Menengah Atas Negeri di kawasan Tebet sedangkan Rio berhasil menembus Sekolah Menengah Atas Negeri yang paling bagus se-Jakarta.
Sejak pisah sekolah,mereka sempat hilang kontak sekitar satu setengah tahun.
Dan akhirnya mereka dipertemukan lagi,bernostalgia,melepas rindu dan sampai akhirnya lagi jarak memisahkan mereka.Tapi,tidak untuk lost contact.
Jakarta - Bandung bukan jarak yang jauh tapi tidak juga dekat.Rio berhasil menggapai cita-citanya untuk masuk prodi fisika di salah satu Universitas Negeri ternama di Bandung dan Ariana tetap di Jakarta.Dikarenakan orang tua Ariana yang melarang anak sulungnya ini kuliah di luar kota.
Namun,tampaknya jarak bukan satu-satunya alasan untuk mereka tidak saling bertemu.Rio seringkali pulang ke Jakarta sekedar menjenguk sahabatnya ini.Setidaknya hal itu dapat bertahan cukup lama.
***
"Rio,kamu dimana? Sudah sampai?" tanya Ariana tergopoh-gopoh karena ia baru saja selesai kuliah dan keadaan mall tersebut sangat ramai.
"Iya,aku lagi jalan masuk kok ke mallnya.Aku mau makan pizza ya,jadi kamu harus tunggu aku di Pizza Hut hehe." pinta Rio yang memang sangat gemar makan makanan Eropa.
"Lagi dan lagi ya sama kamu makannya kalo ga pizza ya pasta hmm.Yaudah aku di bangku luar ya,bukan di dalem.Daa" jelas Ariana sambil menutup teleponnya.
Tidak lama kemudian Rio menampakkan batang hidungnya dan langsung mendapati Ariana di meja yang sudah dipesannya.Dia bingung ketika melihat air muka Ariana yang tampak bahagia-bahagia saja,tidak tampak sedikitpun kesedihan seperti suaranya waktu di telepon kemarin.
"Na,kamu kok senang-senang saja ya kelihatannya.Aku kira kamu bakal nangis di depan aku terus langsung cerita ke aku apa masalah kamu."
"Ah siapa yang punya masalah,masalahnya cuma aku pengen ketemu kamu aja kok.Kan aku ga boleh sama kamu misalnya aku yang main kesana,jadi aku minta kamu pulang aja deh." kata Ariana sambil memasang wajah mengesalkan di depan Rio.
"Ya ampun Na,aku kira km kenapa.Kalau memang mau ketemu aku,kenapa ga jujur aja sih? Aku kan jadi khawatir..."
Rio melanjutkan ceritanya kalau ia hanya tidak sempat mandi karena kesiangan.Ia takut Ariana kecewa jika ia sampai tidak datang.Bahkan Rio pun lupa untuk menyerahkan berkas beasiswanya.Rio bercerita panjang lebar tentang perkuliahannya,profesi dia yang sekarang menjadi asisten dosen dan pengajar fisika di suatu bimbingan belajar ternama.Tapi,tidak untuk percintaannya.Ya,selalu nihil untuk masalah itu.
"Udah jatuh cinta belum disana? Kamu kan jenius,sholeh,punya segalanya. Ga mungkin kan ga ada yang suka sama kamu hehe.. Ayo coba cerita sama aku siapa wanita beruntung yang mendapatkan kamu," Ariana mulai mencecer sahabatnya yang satu ini.
"Haha..apa sih kamu,sampai sekarang belum ada kok.Kamu sendiri sudah berapa kali ganti cowo?" celetuk Rio dengan iseng.
Ya memang,dari latar belakang percintaan mereka pun sangat jauh berbeda.Rio sama sekali belum punya pengalaman mendekati wanita apalagi pacaran.Satu-satunya wanita yang dekat dengannya hanyalah Ariana.Berbeda dengan Ariana,dia sangat mudah berganti pacar.Dan Rio pun bingung kenapa Ariana tidak pernah bisa mencintai lelaki sepenuh hati.
"Seratus! Haha..Kamu kenapa sih ga cari pacar? Setidaknya biar kamu ada pengalamannya. Oh atau kamu mau langsung ngelamar aku ya nanti terus dikenalin sama papa mama,tapi kamu malu aja bilangnya sama aku sekarang." ledek Ariana
Kontan wajah Rio mendadak berubah menjadi merah.Ia jadi salah tingkah jika diledek oleh Ariana seperti itu.Refleks dia langsung mencubit Ariana namun langsung merangkulnya.Pertama kalinya dia merangkul sahabatnya.
"Nyaman sekali Rio.." ucap Ariana dalam hati.
Dan malam itu sepertinya milik Rio dan Ariana.Mereka sangat bahagia.Bahkan tidak pernah sebahagia ini.Sebelum Rio pulang pun,ia mengecup kening Ariana dengan tulus.Ariana terdiam,terpaku.Seakan ia tidak rela bila sahabatnya itu pergi lagi.Tapi,sebisa mungkin ia menepis perasaan itu.
***
"Terimakasih Ariana untuk malam ini.Hanya itu yang bisa aku kasih ke kamu.Maaf aku ga pernah bisa kasih kamu sesuat yang nyata.Tapi aku harap semuanya bisa seperti ini terus,bahkan mungkin lebih dari ini.Hanya satu wanita yang aku anggap dan aku perlakukan istimewa sampai detik ini dan kamu tahu jawabannya."
Setidaknya itu sms yang Ariana dapat sesampainya di rumah.
***
"Kenapa aku tidak pernah bisa mencintai seorang lelaki sepenuh hati? Sungguh aku lelah seperti ini terus.Apa sesungguhnya aku mencintai orang lain yang sudah aku cinta sejak dulu? Rio? Dia kan sahabatku. Lagipula mana mungkin dia suka sama aku. Aku jauh dari wanita idamannya. Tapi memang dia satu-satunya lelaki yang sangat membuatku nyaman. Dia pengertian. Kita banyak kesamaan. Aah sepertinya aku sungguh mencintainya bahkan aku gatau sejak kapan.." kata-kata tersebut tiba-tiba terngiang di pikiran Ariana.Semuanya kacau.
Akhirnya ia memberanikan diri untuk mengetik sms, "Yo,kamu kan sahabat aku,kamu kok ga pernah marah sih kalau aku suka gonta ganti cowo?"
Rio membalas, "Hmm Ariana,aku kan jauh,aku ga bisa jagain kamu atau langsung ke tempat kamu kalau ada apa apa.Kalau kamu punya pacar kan,setidaknya aku tenang,disana ada yang jagain kamu.Ya walaupun aku suka ga suka sih,"
Ariana terdiam.Ia bingung harus membalas apa lagi.Wanita berumur dua sembilan belas tahun ini juga bingun dengan perasaannya.Tapi dia harus memberanikan diri.Bukan zamannya lagi wanita harus malu dalam mengungkapkan perasaannya apalagi ia tahu kalau Rio merupakan lelaki yang sangat pemalu dalam hal-hal tersebut.
"Kamu ga pernah ya mau coba menjalin hubungan sama cewe yang kamu suka? Pacaran itu bisa jadi motivasi lho." Ariana mulai memancing Rio.
"Nanti semuanya jadi rusak lagi,aku gamau.Lagipula aku masih kuliah." balas Rio singkat.
Ariana semakin bingung dan mau tak mau dia harus mengungkapkan perasaannya.
"Rio,aku gatau ya sejak kapan,tapi sayang aku ke kamu melebihi batas wajar.Bukan karena kemarin kamu cium kening aku,ngerangkul aku,bukan sama sekali.Kamu memang ga sadar juga ya kalau suka memperlakukan aku tidak wajar? Kayak kamu waktu itu sempat ngebatalin semua acara kamu waktu mau temenin aku,terus kemarin juga begitu.Emang itu hal biasa ya buat kamu? Aku sadar kenapa selama ini aku ga pernah bisa cinta sama lelaki lain karena ya cuma kamu.." jelas Ariana panjang lebar.Ia mengetik hingga panas dingin.
Agak lama Rio membalas,mungkin dia berpikir harus membalas apa, "Ariana,jujur memang kamu cinta pertamaku.Bahkan cinta-cintaku seterusnya.Aku juga tidak suka jika ada laki-laki yang mengisi hati kamu.Tapi aku sungguh takut belum bisa membagi pikiranku denganmu,aku takut belum bisa membagi waktuku denganmu.Kamu tau kan kalau aku sangat sibuk dengan duniaku? Aku takut suatu saat kita bertengkar dan aku kehilangan kamu selamanya.Aku tidak mau itu terjadi,Maaf kalau aku egois,tapi aku tidak ingin mengecewakanmu.Biarlah semuanya seperti ini,Na.Sungguh aku tidak sanggup jika harus melewati semuanya dan mengambil resiko untuk kehilangan kamu.Kamu punya pilihan untuk menunggu aku atau mengganti aku di hati kamu,Ariana.."
***
Sesak , air mata , terharu , kesal , semuanya menjadi satu.Rio sungguh terlihat egois sekilas,tapi jika ditelusuri lebih dalam,memang semuanya untuk kebaikan mereka berdua.Apa yang bisa Rio jamin kalau Ariana menunggunya,Rio pasti menjadi miliknya? Tidak ada yang bisa memastikannya.Tidak satupun.
Berhari-hari Ariana tertunduk lesu semenjak Rio mengirimkan sms itu.Ia terlanjur mencintai sahabatnya sendiri.Apakah ia harus merelakan perasaannya pergi dan membiarkan lelaki yang dicintainya menemukan cintanya sendiri?
"Tuhan,aku menyerahkan segalanya kepada-Mu.Aku memang sangat mencintainya,tapi jika dia memang bukan jodohku,tolong jauhkanlah.." doa Ariana.
Sedih atau tidak,Ariana harus membalas sms terakhir Rio.Karena Rio sudah berkali kali mencoba menghubungi Ariana.Mungkin dia takut Ariana kenapa kenapa.
***
"Maafin aku Rio,aku yang salah punya perasaan seperti ini.Tapi aku tahu ini tidak bisa berubah dengan cepat,aku butuh sendiri.Aku selalu mendoakanmu.Dan aku tidak pernah berusaha untuk menunggu atau mengganti,biarlah Tuhan yang mengaturnya," balas Ariana sambil meneteskan air matanya.
***
Sejak saat itu,mereka tidak pernah bertemu.Cinta sepertinya dipersalahkan.Mungkin belum waktunya mereka sadar bahwa mereka membutuhkan satu sama lain.Waktu akan menjawab semuanya.
Sang wanita pun menghela nafas panjang dan berkata , "Tidak bisa lewat telepon,aku mau cerita langsung saja sama kamu,okay?"
"Hmm,okay tapi kamu harus janji cerita sampai selesai,apapun masalahnya pasti aku bantu.Kamu ga boleh sungkan,tujuh tahun kita bersahabat bukan?" kata lelaki itu dengan tegas. "Baiklah, you're the best dear,thank you." ucap si wanita sebelum akhirnya ia mengakhiri telepon dengan lelaki itu.
***
Ariana dan Rio sudah bersahabat sejak mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.Bahkan keduanya adalah pasangan tempat duduk selama setahun.Sehingga membuat mereka sangat dekat.Sebenarnya tidak hanya mereka berdua,ada empat orang lainnya diantara mereka.Tapi hanya Ariana dan Rio yang terlihat sangat intim.
Rio adalah anak yang sangat jenius.Berbeda dengan Ariana.Jika Rio juara kelas,Ariana hanya mampu menduduki peringkat sembilan di kelas.Tapi dengan sabar Rio selalu membimbing Ariana.Dalam bidang akademik maupun non akademik.
Ariana tidak serajin Rio dalam beribadah,Rio lah yang mengajarkan sholat Dhuha kepada Ariana.Jika waktu istirahat tiba,Rio langsung menuntun Ariana untuk sholat Dzuhur terlebih dahulu setelah itu baru makan siang.
Sampai pada akhirnya mereka pisah sekolah.Ariana lolos di Sekolah Menengah Atas Negeri di kawasan Tebet sedangkan Rio berhasil menembus Sekolah Menengah Atas Negeri yang paling bagus se-Jakarta.
Sejak pisah sekolah,mereka sempat hilang kontak sekitar satu setengah tahun.
Dan akhirnya mereka dipertemukan lagi,bernostalgia,melepas rindu dan sampai akhirnya lagi jarak memisahkan mereka.Tapi,tidak untuk lost contact.
Jakarta - Bandung bukan jarak yang jauh tapi tidak juga dekat.Rio berhasil menggapai cita-citanya untuk masuk prodi fisika di salah satu Universitas Negeri ternama di Bandung dan Ariana tetap di Jakarta.Dikarenakan orang tua Ariana yang melarang anak sulungnya ini kuliah di luar kota.
Namun,tampaknya jarak bukan satu-satunya alasan untuk mereka tidak saling bertemu.Rio seringkali pulang ke Jakarta sekedar menjenguk sahabatnya ini.Setidaknya hal itu dapat bertahan cukup lama.
***
"Rio,kamu dimana? Sudah sampai?" tanya Ariana tergopoh-gopoh karena ia baru saja selesai kuliah dan keadaan mall tersebut sangat ramai.
"Iya,aku lagi jalan masuk kok ke mallnya.Aku mau makan pizza ya,jadi kamu harus tunggu aku di Pizza Hut hehe." pinta Rio yang memang sangat gemar makan makanan Eropa.
"Lagi dan lagi ya sama kamu makannya kalo ga pizza ya pasta hmm.Yaudah aku di bangku luar ya,bukan di dalem.Daa" jelas Ariana sambil menutup teleponnya.
Tidak lama kemudian Rio menampakkan batang hidungnya dan langsung mendapati Ariana di meja yang sudah dipesannya.Dia bingung ketika melihat air muka Ariana yang tampak bahagia-bahagia saja,tidak tampak sedikitpun kesedihan seperti suaranya waktu di telepon kemarin.
"Na,kamu kok senang-senang saja ya kelihatannya.Aku kira kamu bakal nangis di depan aku terus langsung cerita ke aku apa masalah kamu."
"Ah siapa yang punya masalah,masalahnya cuma aku pengen ketemu kamu aja kok.Kan aku ga boleh sama kamu misalnya aku yang main kesana,jadi aku minta kamu pulang aja deh." kata Ariana sambil memasang wajah mengesalkan di depan Rio.
"Ya ampun Na,aku kira km kenapa.Kalau memang mau ketemu aku,kenapa ga jujur aja sih? Aku kan jadi khawatir..."
Rio melanjutkan ceritanya kalau ia hanya tidak sempat mandi karena kesiangan.Ia takut Ariana kecewa jika ia sampai tidak datang.Bahkan Rio pun lupa untuk menyerahkan berkas beasiswanya.Rio bercerita panjang lebar tentang perkuliahannya,profesi dia yang sekarang menjadi asisten dosen dan pengajar fisika di suatu bimbingan belajar ternama.Tapi,tidak untuk percintaannya.Ya,selalu nihil untuk masalah itu.
"Udah jatuh cinta belum disana? Kamu kan jenius,sholeh,punya segalanya. Ga mungkin kan ga ada yang suka sama kamu hehe.. Ayo coba cerita sama aku siapa wanita beruntung yang mendapatkan kamu," Ariana mulai mencecer sahabatnya yang satu ini.
"Haha..apa sih kamu,sampai sekarang belum ada kok.Kamu sendiri sudah berapa kali ganti cowo?" celetuk Rio dengan iseng.
Ya memang,dari latar belakang percintaan mereka pun sangat jauh berbeda.Rio sama sekali belum punya pengalaman mendekati wanita apalagi pacaran.Satu-satunya wanita yang dekat dengannya hanyalah Ariana.Berbeda dengan Ariana,dia sangat mudah berganti pacar.Dan Rio pun bingung kenapa Ariana tidak pernah bisa mencintai lelaki sepenuh hati.
"Seratus! Haha..Kamu kenapa sih ga cari pacar? Setidaknya biar kamu ada pengalamannya. Oh atau kamu mau langsung ngelamar aku ya nanti terus dikenalin sama papa mama,tapi kamu malu aja bilangnya sama aku sekarang." ledek Ariana
Kontan wajah Rio mendadak berubah menjadi merah.Ia jadi salah tingkah jika diledek oleh Ariana seperti itu.Refleks dia langsung mencubit Ariana namun langsung merangkulnya.Pertama kalinya dia merangkul sahabatnya.
"Nyaman sekali Rio.." ucap Ariana dalam hati.
Dan malam itu sepertinya milik Rio dan Ariana.Mereka sangat bahagia.Bahkan tidak pernah sebahagia ini.Sebelum Rio pulang pun,ia mengecup kening Ariana dengan tulus.Ariana terdiam,terpaku.Seakan ia tidak rela bila sahabatnya itu pergi lagi.Tapi,sebisa mungkin ia menepis perasaan itu.
***
"Terimakasih Ariana untuk malam ini.Hanya itu yang bisa aku kasih ke kamu.Maaf aku ga pernah bisa kasih kamu sesuat yang nyata.Tapi aku harap semuanya bisa seperti ini terus,bahkan mungkin lebih dari ini.Hanya satu wanita yang aku anggap dan aku perlakukan istimewa sampai detik ini dan kamu tahu jawabannya."
Setidaknya itu sms yang Ariana dapat sesampainya di rumah.
***
"Kenapa aku tidak pernah bisa mencintai seorang lelaki sepenuh hati? Sungguh aku lelah seperti ini terus.Apa sesungguhnya aku mencintai orang lain yang sudah aku cinta sejak dulu? Rio? Dia kan sahabatku. Lagipula mana mungkin dia suka sama aku. Aku jauh dari wanita idamannya. Tapi memang dia satu-satunya lelaki yang sangat membuatku nyaman. Dia pengertian. Kita banyak kesamaan. Aah sepertinya aku sungguh mencintainya bahkan aku gatau sejak kapan.." kata-kata tersebut tiba-tiba terngiang di pikiran Ariana.Semuanya kacau.
Akhirnya ia memberanikan diri untuk mengetik sms, "Yo,kamu kan sahabat aku,kamu kok ga pernah marah sih kalau aku suka gonta ganti cowo?"
Rio membalas, "Hmm Ariana,aku kan jauh,aku ga bisa jagain kamu atau langsung ke tempat kamu kalau ada apa apa.Kalau kamu punya pacar kan,setidaknya aku tenang,disana ada yang jagain kamu.Ya walaupun aku suka ga suka sih,"
Ariana terdiam.Ia bingung harus membalas apa lagi.Wanita berumur dua sembilan belas tahun ini juga bingun dengan perasaannya.Tapi dia harus memberanikan diri.Bukan zamannya lagi wanita harus malu dalam mengungkapkan perasaannya apalagi ia tahu kalau Rio merupakan lelaki yang sangat pemalu dalam hal-hal tersebut.
"Kamu ga pernah ya mau coba menjalin hubungan sama cewe yang kamu suka? Pacaran itu bisa jadi motivasi lho." Ariana mulai memancing Rio.
"Nanti semuanya jadi rusak lagi,aku gamau.Lagipula aku masih kuliah." balas Rio singkat.
Ariana semakin bingung dan mau tak mau dia harus mengungkapkan perasaannya.
"Rio,aku gatau ya sejak kapan,tapi sayang aku ke kamu melebihi batas wajar.Bukan karena kemarin kamu cium kening aku,ngerangkul aku,bukan sama sekali.Kamu memang ga sadar juga ya kalau suka memperlakukan aku tidak wajar? Kayak kamu waktu itu sempat ngebatalin semua acara kamu waktu mau temenin aku,terus kemarin juga begitu.Emang itu hal biasa ya buat kamu? Aku sadar kenapa selama ini aku ga pernah bisa cinta sama lelaki lain karena ya cuma kamu.." jelas Ariana panjang lebar.Ia mengetik hingga panas dingin.
Agak lama Rio membalas,mungkin dia berpikir harus membalas apa, "Ariana,jujur memang kamu cinta pertamaku.Bahkan cinta-cintaku seterusnya.Aku juga tidak suka jika ada laki-laki yang mengisi hati kamu.Tapi aku sungguh takut belum bisa membagi pikiranku denganmu,aku takut belum bisa membagi waktuku denganmu.Kamu tau kan kalau aku sangat sibuk dengan duniaku? Aku takut suatu saat kita bertengkar dan aku kehilangan kamu selamanya.Aku tidak mau itu terjadi,Maaf kalau aku egois,tapi aku tidak ingin mengecewakanmu.Biarlah semuanya seperti ini,Na.Sungguh aku tidak sanggup jika harus melewati semuanya dan mengambil resiko untuk kehilangan kamu.Kamu punya pilihan untuk menunggu aku atau mengganti aku di hati kamu,Ariana.."
***
Sesak , air mata , terharu , kesal , semuanya menjadi satu.Rio sungguh terlihat egois sekilas,tapi jika ditelusuri lebih dalam,memang semuanya untuk kebaikan mereka berdua.Apa yang bisa Rio jamin kalau Ariana menunggunya,Rio pasti menjadi miliknya? Tidak ada yang bisa memastikannya.Tidak satupun.
Berhari-hari Ariana tertunduk lesu semenjak Rio mengirimkan sms itu.Ia terlanjur mencintai sahabatnya sendiri.Apakah ia harus merelakan perasaannya pergi dan membiarkan lelaki yang dicintainya menemukan cintanya sendiri?
"Tuhan,aku menyerahkan segalanya kepada-Mu.Aku memang sangat mencintainya,tapi jika dia memang bukan jodohku,tolong jauhkanlah.." doa Ariana.
Sedih atau tidak,Ariana harus membalas sms terakhir Rio.Karena Rio sudah berkali kali mencoba menghubungi Ariana.Mungkin dia takut Ariana kenapa kenapa.
***
"Maafin aku Rio,aku yang salah punya perasaan seperti ini.Tapi aku tahu ini tidak bisa berubah dengan cepat,aku butuh sendiri.Aku selalu mendoakanmu.Dan aku tidak pernah berusaha untuk menunggu atau mengganti,biarlah Tuhan yang mengaturnya," balas Ariana sambil meneteskan air matanya.
***
Sejak saat itu,mereka tidak pernah bertemu.Cinta sepertinya dipersalahkan.Mungkin belum waktunya mereka sadar bahwa mereka membutuhkan satu sama lain.Waktu akan menjawab semuanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


